Minggu, 27 April 2014

sistem gerak pada manusia


Sistem gerak pada manusia dan vertebrata

            Setiap mahluk hidup dapat bergerak, misalnya manusia dan hewan. Apakah kamu pernah berfikir  apa yang menyababkan manusia dan hewan dapat menggerakkan tubuh nya????? Gerak pada manusia dan vertebrata melibatkan alat-alat tubuh yang terkoordinasi dengan kegiatan tubuh lainnya. Gerak tersebut melibatkan rangka dan otot.

A.   ORGAN PENYUSUN SISTEM GERAK
Manusia dapat bergerak,berjalan, dan berdiri tegak.  Demikian juga vertebrata dapat berjalan, gerak dan berdiri lihat gambar di bawah :


Coba prediksikan, mengapa demikian? Kedua mahluk pada gambar tersebut dapat berdiri dan bergerak karena adanya rangka yang terdapat dalam tubuhnya. Rangka yang berada dalam tubuh di sebut endoskeleton .  Selain sebagai alat gerak, rangka juga berfungsi :
1.     Member bentuk tubuh
2.    Melindungi organ yang penting
3.    Tempat melekatnya otot
4.    Tempat pembuatan sumsum
5.    Menegakkan tubuh


B.    TULANG
Tulang merupakan alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak tanpa bantuan otot. Berdasarkan jenisnya, tulang di bedakan menjadi dua, yaitu tulang rawan dan tulang keras

1.     Tulang rawan
Pada saat masih embrio, rangka manusia dan hewan vertebrata sebagian besar berupa tulang rawan (kartilago). Dalam masa perkembangannya tulang rawan tersebut lambat laun berubah menjadi tulang (tulang keras ). Akan tetapi, ada tulang rawan yang tidak berubah menjadi tulang. Cuping hidung, daun telinga dan laring adalah tulang rawan yang tidak berubah menjadi tulang.

      Ada 3 jenis tulang rawan, yaitu sebagai berikut.
a.    Tulan rawan hialin ; merupakan tulang rawan sedarhana dengan bahan yang seragam. Tulang rawan hialin terdapat  pada dinding trakea, ujung tulang tangkai dan lengan anggota badan, sendi tulang, dan antara tulang rusuk dan tulang dada.
b.    Tulang rawan elastis ; bersifat lentur dan terdapat pada hidung dan daun telinga.
c.    Tulang rawan serabut ; bersifat kuat, tetapi kurang lentur di bandingkan bentuk tulang rawan lainnya, tardapat antara tulang ruas belakang .

Tulang rawan mengandung banyak zat perekat berupa protein dan mengandung sedikt zat kapur sehingga bersifat lentur.

2.    TULANG (tulang keras )

Yang di maksud dalam kehidupan sehari-hari adalah tulang keras. Dalam uruian ini kita menggunakan istilah tulang untuk tulang keras.
      Tulang berasal dari tulang rawan. Proses dari tulang rawan menjadi tulang di sebut osifikasi . proses osifikasi ini terjadi misalnya pada tulang paha. Akan tetapi, tidak semua tulang berasal dari tulang rawan. Contohnya tengkorak, berasal darti jaringan konektif.
      Ruang antar sel tulang banyak berisi zat kapur, yaitu kalsium karbonat, kalsium foafat,sedikit zat perekat, dan protein. Oleh sesbab itu tulang bersifat keras dsan tidak lentur. Proses pengarasan pada tulang di pengaruhi oleh vitamin D. Itulah sebabnya orang yang kekurangan vitamin D tulangnya rapuh.

      Bagian luar tulang di selaputi oleh selapis jaringa ikat yang liat. Lapisan ini di sebut periosteum yang merupakan tempat melekatnya otot. Bila irisan tulang di lihat dengan mikroskop, terlihat kelompok lingkaran yang berlapis-lapis. Lingkaran tersebut mengelilingi saluran Havers. Di dalam saluran Havers tardapat pembuluh darah yang berfungsi memberikan makanan pada sel tulang yang berada pada setiap lapisan lingkaran.

Ada dua macam tulang berdasarkan sifat bahan penyusunnya yaitu:

1.     Tulang kompak : mempunyai bahan penyusun yang rapat dan padat, misalnya lapisan luar tulang pipa.
2.    Tulang spons : mempunyai bahan penyusun berrongga, misalnya tulang pendek, tu;anhg pipih, dan ujung tulang panjang  dakat sanbungan tulang.
jaringan tulang kompak dan keras.jpg


Tulang terdapat pada seluruh tulang anggota gerak. Lapisan bagian luarnya keras (tulang kompak ) dan mengelilingi rongga yang di sebut rongga sumsum . jadi,tulang tidak rapat,tetapi berongga di tengah nya. Seandainya tulang rapat tanpa rongga, tubuh kita akan berat dan sangat sulit di gerakkan.
Berdasarkan bentuknya, tulang terbagi atas tulapang pipa,tulang pipih, dan tulang pendek. Perhatikan bentuk ketiga tulang pada gambar.


a)    Tulang pipa
Bentuk tulang pipa adalah bulat panjang seperti pipa. Kedua ujungnya membesar berupa bonggol merupakan tulang kompak yang diselubungi periosteum. Lihat gambar, bagian tengah tulang pipa berupa sumsum kuning dan lemak. Contoh tulang pipa adalah tu;ang lengan atas, tulang paha,tulang betis,tulang ruas jari kaki, dan tulang ruas jari tangan.

b)   Tulang pipih
Bentuk tulang ini pipih, di dalamnya berongga-rongga seperti spons. Tulang ini berisi sumsum merah sebagai tampat pembuatan sel darah merah. Contoh tulang pipih ini adalah tulang usus, tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, dan tulang tengkorak.
c)    Tulang pendek
Bentuk tulang ini bulat pendek. Lihat gambar. Sama hal nya tulang pipih, tulang pendek juga berisi sumsum merah. Contoh nya adalah ruas-ruas tulang belakang, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan.
3.    Sumsum tulang
Sumsum tulang mengisi rongga bagian dalam tulang. Ada dua macam sumsum yaitu sumsum merah dan sumsum kuning. Sumsum merah merupakan tempat pembuatan sel darah merah. Pada anak-anak, sumsum merah terdapat pada tulang tengkorak. Pada orang dewasa, sumsum merah terdapat antara lain pada tulang tengkorak, ruas tulang belakang, dan tulang rusuk.
Sumsum kuning terdapat pada tulang anggota gerak orang dewasa. Sumsum kuning terbentuk dari campuran sel jaringan  lemak dan sumsum merah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar